Tuesday, September 22, 2009

PT LIGA INDONESIA ERA BARU LIGA INDONESIA

Badan Liga Indonesia, yang selama ini menjadi profit center PSSI, minggu lalu resmi berganti kulit menjadi PT Liga Indonesia. Institusi ini menjadi sebuah entitas bisnis guna memenuhi syarat serta tantangan yang diajukan oleh AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) bagi asosiasi sepak bola anggota yang ingin mengikuti kompetisi Liga Champion Asia.
Perubahan ini tentu diharapkan dapat mengubah cara pandang pengelolaan kompetisi di Tanah Air. Selain itu, perubahan itu diharapkan pula mendorong klub-klub di kancah Liga Super dan Divisi Utama, yang menjadi lahan garapan PT LI, berubah menjadi entitas bisnis yang serupa.
Sebanyak 99% saham PT LI dimiliki oleh PSSI lewat Yayasan Sepak Bola Indonesia. Sisanya menjadi milik sebuah yayasan pengembangan sepak bola usia muda yang sayangya tak disebutkan secara jelas pemiliknya.
Untuk jajaran komisaris, Nirwan D. Bakrie ditunjuk menjadi Ketua Dewan Komisaris PT LI, sementara Ibnu Munzir, Roegandy Soemardipradja menjadi anggota komisaris. Ketua BLI, Andi Darussalam Tabusalla, menjadi presiden direktur dan Joko Driyono menjadi CEO PT LI.
“Saat ini adalah masa transisi sehingga kepemilikan saham memang tetap menjadi milik PSSI yang juga berarti menjadi milik klub-klub anggotanya. Namun, ke depan PT LI ini akan menjadi milik langsung dari klub-klub yang mengikuti kompetisi profesional di Tanah Air. Paling tidak nanti pada tahun 2012 hingga 2016 saat klub-klub anggota sudah benar-benar profesinal,” jelas Joko perihal perubahan kepemilikan PT LI di masa datang.
Kini, dengan pembentukan PT LI ini, orientasi bisnis menjadi tujuan utama mereka. Sebagai buktinya, dari tahun ke tahun PT LI diharapkan memberikan sumbangan dana ke PSSI yang jumlahnya meningkat.
Saat berbentuk BLI, mereka telah menyetorkan keuntungan Rp 10 miliar (2006) dari total sponsorhip sebesar Rp 30 miliar yang diterima dari Djarum dan Rp 10 miliar dari Dji Sam Soe. Selanjutnya meningkat menjadi Rp 13,5 miliar (2007) dan lebih dari Rp 15 miliar (2008) kepada PSSI. Sayang, pada tahun pertama berwujud PT LI, mereka sepertinya belum terlalu percaya diri untuk menargetkan nilai tertentu yang akan disumbangkan ke PSSI. Bahkan mereka hanya membuat target kompetisi akan berjalan lancar tanpa kerusuhan. Begitu pula dengan permasalahan perizinan yang diharapkan dapat mulus dan tidak menjadi kendala di Tanah Air.
Dalam pengembangan sepak bola, PT LI juga bekerja sama dengan UNJ dalam sports science dan lex sportiva dalam masalah hukum olah raga khususnya sepak bola yang memang masih baru di Indonesia.
Sumber : http://www.bolanews.com/edisi-cetak/nasional6.htm

No comments:

Post a Comment