Tuesday, September 22, 2009

THE SHOW MUST GO ON


Banyak kepedihan tersisa usai tragedi bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat 17/7/09. Selain rasa perih akibat banyaknya korban tewas dan luka, luka pun semakin terasa saat Manchester United batal datang ke Jakarta. Namun masih ada efek lain yang juga tak kalah buruk. Bisa jadi karena insiden tersebut pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 ikut terancam. Pesimiskah PSSI ? Ternyata tidak. Melalui ketua umumnya, Nurdin Halid, mereka tetap merasa optimis kalau Indonesia akan mampu menghelat turnamen akbar empat tahunan tersebut. Padahal sebelumnya, Nurdin sudah menyuarakan rasa pesimisnya kalau Indonesia tidak akan mampu menjadi tuan rumah PD 2022 setelah tragedi bom ini terjadi. “ Saat itu, saya pribadi merasa sedih luar bias mendengar tragedi tersebut. Perasaan itu membuat saya langsung berpikir kalau Indonesia bisa gagal jadi tuan rumah ”, kata dia. Namun setelah mengadakan evaluasi selama beberapa hari, Nurdin yakin kalau Indonesia akan berhasil dalam proses bidding ini. Apa pasal ? Nurdin mengacu kepada kondisi Afrika Selatan yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 nanti. “ Disana banyak terjadi tindak kriminal dan bahkan muncul ancaman perang saudara. Tapi itu semua tak menghentikan FIFA menggelar Piala Dunia disana. Begitu pula dengan kami. Tragedi bom sama sekali tak mencerminkan aman atau tidaknya kondisi sebuah negara. “ Jadi the show must go on “, bilang Nurdin.
Nurdin mencontohkan tragedi bom di Inggris yang terjadi beberapa waktu lalu. Tragedi itu nyatanya sama sekali tak memengaruhi perhelatan Premier League yang sudah menjadi agenda tetap Football Association ( FA ) Inggris. “ Semua berjalan lancar seperti biasa. Itu membuktikan kalau bom dan terorisme sama sekali tak berkaitan dengan sepak bola”, tandasnya. Karenanya sejak saat itu, PSSI kembali merasa percaya diri dalam proses pencalonan ini. Apalagi mereka mendapatkan dukungan Ketua Asian Football Confederation ( AFC ), Mohammed Bin Hammam. “ Insiden peledakan bom bisa terjadi di mana – mana, termasuk Indonesia. Bom tidak akan bisa menghalangi kemajuan sepak bola di sebauh negara “, kutip Nurdin meniru ucapan Hammam.
DUKUNGAN MASYARAKAT
Meski mendapat dukungan, namun Nurdin mengakui kalau insiden pengeboman itu secara langsung sudah memengaruhi iklim kondusif di Indonesia. “ Citra bagus yang selama ini sudah dibangun dengan susah payah, kini harus hancur lagi. Tapi, kami menolak kalau dibilang kami harus meyakinkan FIFA mulai dari nol lagi. Kami akan berjuang supaya efek negatifnya tidak terlalu besar “, cetus Nurdin. Keyakinan Nurdin kalau Indonesia akan mampu menghelat Piala Dunia 2022 sebenarnya tak lain berakar dari budaya sepak bola yang begituv mengakar di Indonesia. Kalau dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Australia, sepak bola lebih populer dan mengakar di Indonesia. “ Lihat saja menjelang kedatangan MU ke Indonesia. Hampir seluruh wilayah Indonesia “ dikepung “ poster dan baliho MU. Tak hanya itu, dukungan masyarakat agar Indonesia mampu menjadi tuan rumah PD 2022 pun tersebar dimana – mana. Itulah yang menjadi motivasi tersendiri bagi kami “, harap Nurdin. Motivasi itulah yang akan dibawa PSSI agar berhasil menjadi tuan rumah Piala Asia 2010 terlebih dahulu, sebelum meyakinkan FIFA untuk piala dunia 2022. PSSI berjanji akan melakukan konsolidasi maksimal dengan keamanan guna mengamankan perhelatan. “ Waktu MU akan datang, Presiden menyatakan dukungannya,apalagi untuk event seperti Piala Asia ini “, pungkas dia.
SUMBER : Soccer Edisi 04/X Juli 2009

No comments:

Post a Comment