Bagi pebola muda, menahan gejolak emosi terkadang menjadi hal yang sulit dihindari. Terlebih bila status bintang melingkari si pemain. Namun, semua hal itu berhasil disingkirkan oleh Wayne Rooney. Dia rela berkorban untuk tim dan mengalahkan keinginan hati hingga layak dianggap telah melewati ujian kedewasaan. Beberapa musim terakhir, Rooney sukarela menerima keputusan manajer Sir Alex Ferguson yang sering menempatkannya bukan sebagai striker, posisi favoritnya. Padahal, jauh di dalam lubuk hatinya, tersimpan segumpal kekecewaan. “ Aku ingin bermain di posisi terbaikku. Banyak orang berpikir aku bagus bermain sebagai penyerang tengah “, kata Rooney. Kala Christiano Ronaldo dan Carlos Tevez masih ada di Old Trafford, Rooney lebih banyak mengalah. Kelebihan sebagai versatile player malah membuat manajer Sir Alex Ferguson sering menempatkannya di sisi sayap. Fergie berharap akselerasi Rooney diharapkan bisa membuka jalan bagi pemain lain untuk mencetak gol.
Namun, ada hikmah yang bisa dipetik dari semua kejadian. Kini Rooney memiliki skill yang semakin komplit. Lebih dari itu, kebesaran hati yang ditunjukkan membuatnya memiliki level kedewasaan yang semakin meningkat. Paduan keduanya membuat dirinya diyakini akan memegang peran vital di Manchester United di musim ke depan. “ Ada banyak peningkatan yang datang dari dia. Dia belum menyelesaikan artikelnya ( potensi terbaiknya ). Kamu harus meyakinkan pemain muda bahwa ada jalan menurun sebelum melihat pemain yang komplet “, kata manajer Sir Alex Ferguson. “ Rooney merupakan bocah yang suka meluapkan emosi, tapi dia bisa mengendalikannya dalam dua musim terakhir “. tambah legenda MU, Bryan Robson.
Kebetulan, setelah Ronaldo dan Tevez hengkang, kini Fergie menggantungkan harapan besar kepadanya, Tidak ada pemain lain yang sanggup mengemban tugas sebagai tumpuan pencetak gol selain Rooney. Di antara pemain lain yang dimiliki MU, performa Rooney tetap konsisten , meski posisinya di lapangan kerap di otak – atik. Fergie sendiri menilai Rooney akan sanggup mengemban tugas tersebut. Sebab, Rooney dianggap telah terbiasa menghadapi tekanan yang besar. “ Ekspektasi yang di berikan untuknya selalu besar. Ini situasi yang alami namun dia telah membiasakan standar tersebut untuk dirinnya “, bilang Fergie.
Bukan itu saja, Fergie tampaknya juga telah menyimpan rencana khusus untuk Rooney. Dia akan lebih sering di tempatkan di posisi favoritnya sebagai striker. Dengan bermain di posisi tersebut, potensi Rooney diharapkan akan semakin tergali. “ Wayne tidak harus melakukan apapun kecuali menjadi dirinya sendiri “, papar Fergie. Ya, dengan bermain di posisi yang disukainya, Rooney diharapkan bisa menunjukkan jati diri sebagai striker liar yang punya nafsubesar mencetak gol.
SUMBER : Soccer Edisi 04/X Juli 2009





No comments:
Post a Comment